https://ojs.poltek-furnitur.ac.id/index.php/jifka/issue/feedJurnal Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu 2026-01-09T01:27:57+00:00Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM)jurnal.jifka@poltek-furnitur.ac.idOpen Journal SystemsJurnal Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu (JIFKA) merupakan media penerbitan artikel dan karya ilmiah yang telah direview.https://ojs.poltek-furnitur.ac.id/index.php/jifka/article/view/353Pengaplikasian Interlock pada Napali Drawer Dresser untuk Menambah Nilai Keseimbangan2025-12-11T07:48:21+00:00Bahtiar Rahmatbahtiar.rahmat@poltek-furnitur.ac.idSyauqi Darmapratamasyauqidarma@gmail.com<p>Penelitian ini membahas mengenai salah satu produk CV Srikandi Ratu Furniture yang bernama Napali Drawer Dresser. Lemari dengan tiga laci ini dilengkapi sistem <em>interlock</em>, dimana sistem ini bekerja dengan mekanisme untuk mengunci dua laci lain yang tidak terbuka, sehingga berfungsi untuk meningkatkan keseimbangan. Latar belakang dari penggunaan <em>interlock </em>ini karena terjadinya musibah terhadap salah satu anak dari konsumen yang tertimpa lemari laci. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode pengaplikasian <em>interlock </em>sebagai solusi agar lemari tidak mudah menimpa ke depan, dan menguji stabilitas produk sesuai dengan standar CPSC. Proses produksi meliputi pembuatan gambar kerja beserta BOM, persiapan kayu mangga, pembahanan, pembuatan konstruksi, pengaplikasian <em>interlock</em>, perakitan, serta finishing. Pengujian mencakup uji gaya horizontal pada pegangan tertinggi, dan uji karpet dengan beban anak 27,5 kg. Hasil menunjukkan seluruh pengujian lolos sesuai standar uji.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Bahtiar Rahmat, Syauqi Darmapratamahttps://ojs.poltek-furnitur.ac.id/index.php/jifka/article/view/331Desain dan Pembuatan TV Stand Bergaya Minimalis Modern2026-01-09T01:27:57+00:00Dea Karin Lubislubisdeak181200@gmail.comNurhanifah Nurhanifahnurhanifah@poltek-furnitur.ac.id<p>Perkembangan hunian minimalis di wilayah perkotaan mendorong meningkatnya kebutuhan akan furnitur yang efisien ruang, fungsional, dan memiliki nilai estetika. Salah satu furnitur yang memiliki peran penting dalam ruang keluarga adalah <em>TV stand</em>, yang tidak hanya berfungsi sebagai penopang televisi, tetapi juga sebagai elemen interior. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membuat TV stand bergaya minimalis modern yang mampu memenuhi kebutuhan efisiensi ruang, fungsi, serta kemudahan produksi dan distribusi. Metode penelitian meliputi penelusuran referensi desain, perancangan menggunakan perangkat lunak SolidWorks, pemilihan material berupa <em>Particle Board</em> (PB) dan <em>Medium Density Fiberboard</em> (MDF), proses produksi dengan sistem konstruksi <em>knockdown</em>, hingga tahap pengujian produk. Produk yang dihasilkan memiliki dimensi 1500 mm × 450 mm × 520 mm dengan finishing PVC dan dilengkapi rak terbuka, laci tertutup, serta kaki besi berlubang untuk stabilitas dan kemudahan perawatan. Pengujian meliputi uji beban bagian atas, laci, dan rak, serta uji jatuh (<em>drop test</em>) kemasan berdasarkan standar ISTA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TV stand yang dirancang memenuhi aspek estetika, fungsi, kekuatan, serta aman dalam proses pengiriman, sehingga layak digunakan dan dikembangkan sebagai produk furnitur komersial.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Dea Karin Lubis, Nurhanifah Nurhanifahhttps://ojs.poltek-furnitur.ac.id/index.php/jifka/article/view/418Pemanfaatan Bahan Kayu Sisa dalam Pembuatan Meja Telepon dengan Finishing Bergaya Antik2025-12-09T04:05:44+00:00Raihan Naufal Hanifraihannaufal1813281@gmail.comDhian Juwitasaridhian.juwitasari@poltek-furnitur.ac.id<p>Perkembangan industri furnitur yang pesat menimbulkan permasalahan limbah kayu, terutama bagi industri yang tidak memiliki fasilitas pengolahan modern. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan kayu sisa sebagai bahan baku pembuatan meja telepon bergaya antik dengan metode konvensional. Proses produksi meliputi pembuatan gambar kerja, pemilihan bahan, pembahanan, pembubutan, pembuatan laci, pemasangan veneer, perakitan, serta finishing antik melalui teknik distress, bleaching, pemberian motif zig-zag, pewarnaan, <em>sanding sealer</em>, <em>glaze, dan top coat</em>. Produk kemudian diuji melalui quality control berupa uji beban dan ketahanan kimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kayu sisa dengan kecacatan tetap dapat diolah menjadi furnitur fungsional dan bernilai estetika melalui penerapan <em>finishing</em> antik. Kesimpulannya, pemanfaatan kayu sisa tidak hanya mendukung pengurangan limbah, tetapi juga menghasilkan produk dengan nilai jual, dengan catatan pemilihan material dan proses finishing dilakukan secara teliti.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Raihan Naufal Hanif, Dhian Juwitasarihttps://ojs.poltek-furnitur.ac.id/index.php/jifka/article/view/88Perancangan Coffee Table dengan Memanfaatkan Limbah Plywood Guna Menambah Nilai Estetika2025-12-09T04:11:39+00:00Nuthqy Fariznuthqy.fariz@poltek-furnitur.ac.idSukma Khayyun Zanubasukma.zanuba@gmail.com<p>Indonesia merupakan negara penghasil kayu lapis, juga mempunyai banyak industri furnitur atau mebel yang menggunakan kayu lapis sebagai bahan baku utamanya. Hal ini membawa dampak positif namun terdapat dampak negatif yang dihasilkan adanya limbah sisa kayu lapis yang semakin menumpuk apabila tidak dikelola dengan baik. Pada CV Indoland Java Perkasa merupakan salah satu perusahaan interior dan furnitur yang menggunakan bahan kayu lapis. Berdasarkan hasil survey lapangan menemukan banyak limbah yang belum dikelola dengan baik. Dalam mengatasi masalah tersebut penulis merancang sebuah furnitur yang bisa berguna untuk masyarakat salah satunya coffee table, meja ini menggunakan bahan material sisa kayu lapis untuk mengurangi jumlah limbah yang menumpuk. Pada penelitian ini menjelaskan cara pemanfaatan limbah kayu lapis dengan membentuknya menjadi sebuah pola sebagai nilai estetika bisa mengoptimalkan limbah kayu lapis. Metode penelitian yang dilakukan kombinasi kualitatif dan kuantitatif yang diperkuat dengan analisa yang hasilnya berupa angka. Dapat diketahui bahwa limbah kayu lapis dapat dimanfaatkan menjadi sebuah produk coffee table estetik dengan penerapan pola herringbone pada komponen top table dan dikombinasikan dengan besi pada komponen kaki. Sehingga setelah dites dan dinilai menghasilakn aspek estetika pada meja kopi sebesar 89,28% yang tergolong sangat sesuai atau sangat estetik.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Nuthqy Fariz, Sukma Khayyun Zanubahttps://ojs.poltek-furnitur.ac.id/index.php/jifka/article/view/262Perancangan Nakas Multifungsi pada Hunian Terbatas 2025-12-09T04:13:40+00:00Prasiska Damastutiprasiska.damastuti@poltek-furnitur.ac.idDony Donna Daneswaradonydaneswara6661@gmail.com<p>Hunian dengan luas terbatas seperti apartemen dan rumah kecil memerlukan furnitur yang dapat menghemat ruang serta memiliki fungsi ganda untuk memaksimalkan efisiensi penggunaan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan memproduksi nakas multifungsi yang juga dapat digunakan sebagai meja rias. Material utama yang digunakan adalah papan laminasi kayu meranti. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan <em>design thinking</em> yang terdiri dari lima tahap: <em>emphatize</em>, <em>define</em>, <em>ideate</em>, <em>prototype</em>, dan <em>test</em>. Data diperoleh melalui survei kepada calon pengguna, wawancara dengan ahli industri furnitur, serta studi literatur. Prototipe nakas multifungsi ini dinilai oleh 70 responden, dengan hasil 88,5% setuju bahwa produk ini cocok untuk digunakan di ruang terbatas, dan 74,3% menyatakan kenyamanan penggunaannya. Penelitian ini menghasilkan sebuah prototipe yang berhasil menggabungkan fungsi nakas dan meja rias, memberikan solusi efisien bagi penghuni hunian terbatas.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Prasiska Damastuti, Dony Donna Daneswarahttps://ojs.poltek-furnitur.ac.id/index.php/jifka/article/view/449Saung sebagai Representasi Identitas Budaya Sunda pada Desain Restoran di Kota Cimahi2025-12-09T04:21:38+00:00Himawan Hashartyadihashartyadihimawan@gmail.comDyah Nurhayatimrsnurhayati.dyah@gmail.com<p>Penggunaan elemen arsitektur tradisional dalam desain restoran modern dapat memperkuat identitas budaya lokal sekaligus memberikan pengalaman ruang yang khas bagi pengunjung. Di Kota Cimahi, terdapat beberapa restoran Sunda yang menggunakan saung kayu & bambu sebagai bagian dari arsitektur dan dekorasi, di antaranya adalah Rumah Makan Sate Maranggi Haji Maya, Pasar Dahareun, dan Gedong 55. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana saung dapat diterapkan sebagai elemen dekoratif dan struktural pada restoran Sunda yang ada di Kota Cimahi, serta bagaimana saung tersebut dapat merepresentasikan nilai budaya Sunda. Metode yang digunakan adalah observasi lapangan dan juga pengumpulan data berupa dokumentasi foto, yang berfokus pada aspek bentuk, pola, material, fungsi ruang dan makna budaya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa saung tidak hanya berfungsi sebagai struktur atau ornamen semata, tetapi juga menjadi simbol estetika lokal dan identitas budaya Sunda yaitu melalui bentuk panggung, penggunaan bambu dan kayu sebagai material utama, pola anyaman bambu, dan pengaturan ruang yang mengedepankan suasana “alam, kesederhanaan dan keakraban”. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa desainer restoran dan arsitek dapat menggunakan saung sebagai elemen strategis untuk menguatkan karakter budaya lokal dalam ruang komersial.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Himawan Hashartyadi, Dyah Nurhayatihttps://ojs.poltek-furnitur.ac.id/index.php/jifka/article/view/426Rancangan Perbaikan Gudang Persediaan di CV Kina Citratama Dengan Metode Fishbone2025-12-09T04:23:37+00:00Nuskha Ilma Arininuskha.arini@poltek-furnitur.ac.idsuhailah idlal salsabilasalsabila221000@gmail.com<p>Gudang persediaan berperan penting dalam mendukung kelancaran proses produksi, khususnya pada industri manufaktur dengan variasi material yang tinggi. Hasil observasi di CV. Kina Citratama menunjukkan bahwa pengelolaan gudang belum optimal, ditandai dengan material yang bercampur, pelabelan rak yang tidak konsisten, serta belum adanya sistem pencatatan keluar-masuk barang. Kondisi ini menyebabkan keterlambatan pencarian material dan menurunkan efisiensi kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi eksisting gudang persediaan, menganalisis akar penyebab permasalahan, serta merumuskan usulan perbaikan yang aplikatif. Metode penelitian kualitatif dengan analisis <em>fishbone</em> dipilih karena mampu mengkaji hubungan sebab-akibat secara sistematis berdasarkan kondisi aktual di lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis berdasarkan empat aspek utama, yaitu manusia, material, metode, dan lingkungan. Hasil analisis menunjukkan bahwa permasalahan utama meliputi keterbatasan dan kurangnya pelatihan staf gudang, ketiadaan SOP dan pencatatan stok, penataan material yang belum terklasifikasi, serta tata letak gudang yang kurang mendukung alur kerja. Usulan perbaikan meliputi pelatihan staf, penataan ulang dan pelabelan rak yang konsisten, penerapan pencatatan stok berbasis Excel, serta perbaikan tata letak dengan prinsip 5S.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Nuskha Ilma Arini, suhailah idlal salsabilahttps://ojs.poltek-furnitur.ac.id/index.php/jifka/article/view/422Penataan Ulang Layout Gudang Bahan Kering untuk Meningkatkan Efisensi di PT Quartindo Sejati Furnitama2025-12-09T04:31:10+00:00Yessi Nasia Ulfiayessi.ulfia@poltek-furnitur.ac.idIqbal Khoirul Anamiqbalkhoirulanam16@gmail.com<p>Gudang bahan kering memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran proses produksi furnitur, khususnya sebagai penghubung antara proses <em>kiln</em> <em>dry</em> dan <em>moulding</em>. Namun, tata letak gudang bahan kering di PT Quartindo Sejati Furnitama belum optimal sehingga menyebabkan jarak perpindahan material yang jauh, alur kerja tidak terintegrasi, serta penumpukan material pada area bongkar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional gudang bahan kering. Untuk mengidentifikasi akar penyebab masalah, digunakan <em>fishbone chart</em> yang mengelompokkan faktor penyebab ke dalam aspek <em>man</em>, <em>method</em>, <em>machine</em>, <em>material</em>, <em>environment</em>, dan <em>measurement</em>. Penataan ulang layout menggunakan metode <em>Dedicated</em> <em>Storage</em>. Metode penelitian yang digunakan adalah <em>mixed</em> <em>methods</em> dengan pendekatan <em>sequential</em> <em>exploratory</em>, melalui observasi lapangan, wawancara, pengukuran jarak dan waktu perpindahan material, serta analisis kuantitatif tata letak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>layout</em> aktual memiliki total jarak perpindahan material sebesar 2.641 meter dengan waktu perpindahan rata-rata 77 menit per <em>pallet</em>. Setelah dilakukan perancangan ulang <em>layout</em>, jarak perpindahan berkurang menjadi 1.368,5 meter dan waktu perpindahan menjadi 65 menit per <em>pallet</em>, sehingga terjadi peningkatan efisiensi sebesar 48,17% dari sisi jarak dan 15,58% dari sisi waktu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode <em>Dedicated</em> <em>Storage</em> efektif diterapkan pada gudang bahan kering dengan sistem manual dan jenis material yang terbatas.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Yessi Nasia Ulfia, Iqbal Khoirul Anamhttps://ojs.poltek-furnitur.ac.id/index.php/jifka/article/view/450Perancangan Table Lamp Bentuk Kepala Harimau dari Cerita Folklor “Si Loreng”2025-12-09T04:32:57+00:00Mukhamad Rizky Perdanarizkyperdana.bsn@gmail.comsalma afifahafifahsalma12@gmail.comNia Emilda87niaemilda@gmail.comCarina Sarasaticarinasarasati@gmail.com<p>Perancangan ini bertujuan untuk menciptakan produk <em>table lamp</em> (lampu meja) yang mengintegrasikan fungsi pencahayaan dengan nilai estetika dan filosofis dari budaya lokal. Inspirasi utama diambil dari folklor “Si Loreng” dari Desa Panyalahan, Tasikmalaya, yang mengisahkan kesetiaan, perlindungan, dan pengorbanan seekor harimau. Konsep desain yang diangkat adalah representasi kepala harimau sebagai "penjaga ruangan" dan simbol perlindungan dari kegelapan. Realisasi bentuk dilakukan dengan teknik cetak tuang, menggunakan material semen putih (<em>white cement</em>). Pemilihan <em>white cement</em> didasarkan pada karakteristiknya yang memiliki kehalusan butir, kekuatan struktural, dan warna cerah netral, sehingga cocok untuk keperluan dekoratif. Proses perancangan melibatkan enam tahapan utama: <em>sketching</em> dan pembuatan cetakan <em>styrofoam</em>, pencetakan <em>white cement</em> dengan penulangan kawat, pembuatan detail <em>clay</em> (miniatur manusia, mata, mulut harimau), pewarnaan, perakitan LED, dan <em>finishing</em> dengan penutup akrilik bening. Hasil akhir berupa <em>table lamp</em> dengan dimensi diameter 25 cm dan tinggi 28 cm, yang diharapkan dapat menghasilkan produk dekoratif fungsional yang kuat, elegan, dan sarat akan pesan moral serta nilai budaya.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Mukhamad Rizky Perdana, salma afifah, Nia Emilda, Carina Sarasati